Label

Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2013

Puisiku 11 "Kita .. Bagai Sistematika Jantung"

"Kita .. Bagai Sistematika Jantung"

by : Intan Maghfira Sya'bani

Agustus 2013...
kita terkumpul di satu nama..
satu cita... satu asa...
PSPD'13... :)

awalnya kurasa...
penat! lelah! sumpek! muak!
kita bagai vasa sanguinis yang terus bergerak tanpa henti
terus berusaha menyalurkan darah ke semua jaringan dalam tubuh..
terus berusaha mengerjakan tugas yang awalnya memang tak mudah bagi kita..

tahukah kau kawan?
kemarin aku sempat lelah sekali!
aku merasa tak kuat berada disini...
seperti pembuluh limfe yang buntu. tak ada teman, tak ada kawan, hanya punya tujuan... yaitu jantung.
namun....
kekuatan itu datang..

kalian ...
kalian lah kawan...
yang menggandeng tanganku untuk tidak menyerah...
kalian memegang erat tanganku...
seperti musculus papilaris yang memegangi corda tendinea
akulah corda tendinea itu.... aku tak berfungsi dan tak berguna bila tak ada kalian wahai musculus papilaris! :')

aku tak lagi bekerja seperti otot lurik...
sendirian.... individu..
sekarang ada kalian....
sekarang kita bagai otot jantung... :)
yang saling berpegangan erat dan saling membantu...

semoga kita dapat seperti jantung...
yang tanpa lelah membuka dan menutup valvanya... 
tanpa lelah ventrikel memompa darahnya...
agar kelak dapat menghidupi semua sel dalam tubuh...

insyaAllah kita bisa...
love u PSPD'13.... :* :) :D


#ini entah puisi atau coretan aneh atau apaan..
yang jelas isinya tulus kalo aku sayang kalian :)
dan mungkin efek karna kita lagi mempelajari blok kardio... wkwkwk.. hehehe... :D ^_^

Senin, 13 Mei 2013

~Puisiku 10~ Bertahun-tahun Lalu

"Bertahun-tahun Lalu"



Buah Karya : Intan Maghfira Sya'bani

Bertahun-tahun lalu.....
Rumah nan damai itu
Menjadi bising
Akibat suara melengking

Bertahun-tahun lalu
Kamar yang rapi itu..
Bak kapal pecah
Terhambur disana-sini

Bertahun-tahun lalu..
Selalu ada suara tangis
dari bibir mungil
Yang belum tau apa-apa

Bertahun-tahun lalu....
Kau relakan tak tidur 
semalaman suntuk
walau mata tlah mengantuk

Bertahun-tahun lalu
Kau rela banting tulang
untuknya yang hanya tau..
merengek saja.

Bertahun-tahun lalu...
kau...
Ibu dan Ayahku..

Menyayangiku dengan setulus jiwa raga
Sampai aku sebesar ini..

Bertahun-tahun lalu...
Dan sampai kapanpun..
Kalianlah..
Malaikat duniaku...

Love you mom.. dad... :') :*

Minggu, 31 Maret 2013

~Puisiku 9~ Lemah!!


"LEMAH !!"



gejolak hati : Intan Azzahra

Rasa itu kembali!
Sungguh aku tak bisa berbohong lagi.
aku tak dapat membohongi diriku sendiri..
Mungkin aku tlah lupa diri..

Sadarlah hai diriku yang lemah ini!
Sadarlah wahai muslimah!
Hatimu tlah mengalami fluktuasi..
Yang akan membuatmu semakin lemah

Oh ... diriku ...
Kemana tegarmu yang dulu?
Kemana sabarmu yang dulu?
Kemana senyummu yang dulu...

Oh.. sungguh.
Aku pun merindukan senyuman manismu..

Dia hanyalah bayang-bayang masa lalumu
Yang telah berlalu...
Bersama waktu...
Yang semakin merangkak menjauh...

Aku adalah dirimu!
Aku adalah batinmu...
Aku adalah sahabatmu...
Kita adalah satu....

Wahai saudari yang kucintai karena Allah...
Janganlah kau biarkan lemah menguasai diri
Segera tutup luka ini
Jangan sampai ia bernanah...

Tak kau pungkiri kau mengingatnya lagi, bukan?
Teringat saat kalian saling mencintai
Teringat kenangan indah itu...
Ada rasa ingin kembali...
Tapi semua tlah berlalu,..

Jagalah hatimu wahai saudariku....
Jangan sekalipun kau mencoba mengingatnya lagi...
Temukanlah dirimu yang dulu...
Tersenyumlah... karena senyummu sungguh berarti....



~Bantu hamba melupakannya ya Allah...
Hamba sungguh lemah..

Jumat, 29 Maret 2013

~Puisiku 8~ Muhasabah Diri

"Muhasabah Diri"



by : Intan Maghfira Sya'bani

Hujan rintik-rintik di malam hari.
Bagai obat penghilang sepi.
Menemaniku yang sedang memainkan jari.
Coba tuk mencoretkan isi hati

Kudengar suara gemuruh di kejauhan sana
Letupan-letupan yang saling berkolaborasi
Kantuk belum menyerang mata
Kubiarkan jariku asik menari

Benar memang aku tak sendiri
Bertemankan laptop dan secangkir kopi
Tuliskan semua gejolak dalam hati
Sekalian untuk muhasabah diri

Aku ini manusia yang tak berarti
Hidupku sepi... sunyi...
Mungkin bila aku terus begini
Tak berarti.. sampai kumati...

TIDAK.
Sungguh aku tak mau begini
Aku ingin dinanti...
Dimengerti....

Coretan ini menjadi saksi
Perjuanganku untuk muhasabah diri
Bemodalkan pena dan secarik kertas
Akan ku ubah diriku menjadi pantas!

Aku memang manusia biasa
Yang sejatinya tak bisa apa-apa
Hanya ingin beriman dan bertaqwa
Terhadap Rabb-ku Sang Pencipta

Lihatlah aku dihari nanti..
Tak akan ada kata putus asa di hati
Allahu Rabbi...
Bantulah aku untuk muhasabah diri...


*sorry if the pic is not good enough. cause that's my own hand... :)

Selasa, 26 Maret 2013

~Puisiku 7~ Jemariku... Menarilah!

Jemariku... Menarilah!


by : Intan Maghfira Sya'bani

Dahulu kau kaku....
Dulu kau diam membisu...
Satu sifat dalam dirimu..
Pemalu...

Kau malu wahai jemari!
Mana dirimu yang suka menari?
Berkawankan indahnya sinar mentari
Untuk mencapai segala asa dan mimpi..

Dengarlah aku yang berteriak lantang hei jemari!
Biarkan mereka semua menggunjingmu tanpa ampun!
Biar mulut mereka lelah mencibirmu. biarkan!
Mereka hanya iri padamu wahai jemari...

Jangan biarkan kau jatuh...
Aku bantu kau wahai jemariku sayang..
Walau bersimbah darah serta peluh..
Aku yakin kita bisa menang..

Oh, jemariku....
Bangkitlah!
Raih penamu!
Coretkan segala ruh!
Coretkan segalanya wahai jemariku!

Dengar dan ingat apa yang ku ucap
Jangan lupakan walau hanya sekejap
Akan kau lihat suatu hari nanti...
Kau akan berubah menjadi berarti...
Dan selalu dinanti...

Kamis, 14 Februari 2013

~Puisiku 6~ Keringat Kebanggaan


“Keringat Kebanggaan”


By : Intan Maghfira Sya’bani

Badan sudah letih
Mataku sudah mulai buram melihat
Satu rasa merasuk kedalam tubuhku. Lelah
Aku lelah… dan hampir tak kuat

Tapi…. Wajah itu..
Wajah teduh, damai, dan tentram itu.
Sedikit-sedikit.. menghapuskan peluhku
Menghilangkan letihku.

Memberikan kekuatan pada tubuh yang lemah ini
Bak Charger bagi ponsel yang lowbatt
Bak air bagi seseorang yang dahaga
Bak pelangi di sela-sela hujan yang berhenti

Ku bahagia…
Tetesan keringat ini menjadi saksi bisu
Atas betapa lelahnya badanku ini
Betapa ingin kurebahkan badan dan menghapusnya

Tapi….
Aku bangga…
Aku bahagia.. bisa membantunya.
Aku bahagia bisa melihat nya tersenyum .

Oh.. sungguh, lelah yang kurasakan sekarang bagaikan nikmat
Nikmat yang menghilangkan segala penat
Nikmat karna dapat meringankan bebannya
Nikmat untuk menggapai keridhoanNya

Keringat ini..
Adalah keringat kebanggaan, untuk..
Semangat membahagiakan ibuku..
Dan untuk mendapat ridho Rabb-ku

Senin, 03 Desember 2012

~Puisiku 5~ Ibu, Ayah dan Guruku

"Ibu, Ayah dan Guruku"

Buah Karya : Intan Maghfira Sya'bani

Dia..
Berjuang untukku
Memeras keringatnya
Korbankan jiwa raganya
Untuk kita anak-anaknya
Ibu... Ayah... Pelita hidupku

Dia..
Sesak nafasnya
Akibat debu kapur
Goresan demi goresan ilmu
Ia berikan.. untuk muridnya
Guruku.. kau jendela duniaku

Mereka... korbankan diri untuk kita!
Namun.. apa balasan kita?
Sudahkah kita membahagiakan mereka?
Sudahkah?

Sebelum mata ibu tertutup tu selamanya
Sebelum ayah tak kuat lagi bekerja
Sebelum guru kita berhenti mengajar
Ayolah kawan...
Kita bahagiakan mereka.

Sabtu, 17 November 2012

~Puisiku 4~ Bersama Naungan Cinta Rabb-ku


“Bersama Naungan Cinta Rabb-ku”
Buah Karya : Intan Maghfira Sya’bani


Aku pernah terjatuh..
Dalam jurang kesedihan..
Yang tak berdasar…
Dalam sekali..

Aku tertusuk..
Oleh panah cinta..
Yang menerbangkanku…
Sampai aku lupa daratan…
Sampai aku lupa caranya pulang..

Aku terjatuh lagi…
Dengan cara yang lebih tragis…
jauh lebih dalam..
jauh lebih sakit..

gelap… semuanya gelap..
kemana aku akan melangkah??
Akankah aku temukan cahaya terang dari surga?
Atau… justru terperosok semakin jauh
Dalam kesesatan dunia..

Tapi… apa itu??
Cahaya terang itu muncul!
Beserta harum nan menenangkan jiwa
Beserta hawa sejuk tak terkira..
Sungguh indah…

Subhanallah…
Ku temukan lagi diriku…
Yang sebelum terpanah itu…
Dalam keadaan…Jauh lebih baik.

Ya! Inilah aku yang sebenarnya..
Telah kutemukan cahaya terang..
Dari Rabb-ku… Tuhan semesta Alam…
Inilah diriku yang baru

Keterpurukan bukan hal yang harus di sesali..
Keterpurukan adalah awal dari keberhasilan diri..
Sekarang akan ku gapai kebahagiaan itu…
Bersama naungan cinta Rabb-ku..

Kamis, 15 November 2012

~Puisiku 3~ Aku Lelah

“Aku Lelah”
Buah Karya : Intan Maghfira Sya’bani


Aku lelah… sungguh..
Aku tak bisa membencinya..
Walau berkali-kali dia buat ku sakit..
Entahlah…

Aku lelah…aku penat!
Aku ingin bebas….
Aku memang telah bebas ..
Tapi hatiku tetap terpenjara olehnya..

Aku lelah.. aku tak ingin begini…
Terus merenung dalam sepi sendiri..
Tidak!! Ini bukan aku..
Bukan seperti inilah daku…

Aku lelah dengan semua ini
Aku letih… sungguh…
Bantu aku bangkit…
Dari segala sepi …


Aku hanya insan biasa..
Yang ingin di cinta!
Bukan di buat bimbang
Bantu aku.. lepas dari sedih ini

Rabu, 14 November 2012

~Puisiku 2~ Manajemen Cintaku


Manajemen Cintaku
Buah karya : Intan Maghfira Sya’bani


Indah sekali perasaan ini
Pernahkah kau rasakan?
Rasanya…Seperti apa ya?
Aku ingin.. tapi tak bisa menjelaskannya
Seperti Albert Einstein yang tak bisa menjelaskan , kenapa phi = 3,14
          Rasanya dunia ini begitu indah
          Seperti ada medan magnet di sekitar bibirmu
          Yang seakan-akan.. menarik bibirmu untuk selalu tersenyum
          Saat melihatnya ,Aku ingin selalu melihatnya
Tapi… aku takut
Aku takut teori magnet sekutub yang akan terjadi
Saling menjauh, tolak-menolak, tak pernah bersatu
Tapi… aku berharap tidak
Aku ingin simbiosis mutualisme lah yang terjadi
Saling melengkapi, saling memberi
          Aku seperti electron
          Terbang kesana-kesini … tak ada yang peduli
          Kapan kutemukan protonku??
          Yang ku butuhkan dan membutuhkanku
          Agar kami menjadi neuron
          Satu rasa, satu hati, satu jiwa
Ya Allah…. Aku takut
Aku berharap dialah protonku
Agar rasa ini tidak hilang
Dan abadi selamanya

~Puisiku 1~ Lailatul Qadar


“Lailatul Qadar"



                                                                              By : Intan Maghfira Sya’bani




Sang surya mulai turun ke batas cakrawala
Jubah hitam tanda kekuasaan Allah, telah terbentang di angkasa
Ku dengar suara adzan berkumandang
Sebagai obat haus dan lapar setelah seharian berpuasa
                Umat muslim berduyun-duyun datang
                Seperti pasukan islam yang siap perang
                Mereka datang ke rumah Allah
                Hendak bersujud kepada Rabb-nya
                Memohon ridho dan ampunannya
Ini malam yang indah
Malam dimana malaikat turun ke bumi
Malam dimana pintu taubat di buka
Malam dimana cahaya surga menerangi bumi
                Malam di janjikannya pahala berlipat ganda
                Malam yang lebih baik dari seribu bulan
                Semoga kita mendapatkan datangnya
                Malam Lailatul Qadar.